• gambar
  • gambar

SELAMAT DATANG DI WEBSITE MTsN 1 KAPUAS TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

Pencarian

Kontak Kami


MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 KAPUAS

NPSN :

Jl.Tambun Bungai No.49 Kuala Kapuas Kalteng


[email protected]

TLP :


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 251040
Pengunjung : 110902
Hari ini : 293
Hits hari ini : 977
Member Online : 0
IP : 216.73.216.191
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Pesdik MTsN 1 Kapuas Peraktikkan Pengamalan Ibadah(PPI) Lewat Momen Isra Mi\'raj 1447 H




Kapuas (Humas), Momen peringatan Isra Mi’raj, 1447 H di MTsN 1 Kapuas, merupakan salah satu sarana pelaksanaan Peraktek Pengamalan Ibadah (PPI) yang sangat relevan.  Acara ini di hadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama yang di wakili oleh Ketua Pokjawas, Hj. Nor Baiti, pengawas tingkat menengah, H. Khairani dan ketua komite MTsN 1 Kapuas, Ariyanto belum lama ini. Selasa, 20/01/2026.

.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas yang di wakili oleh, H. Khairani, menjelaskan Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad Solallohu Alaihi Wassalam, merupakan salah satu sarana untuk mengevaluasi dan mengintrospeksi tentang seberapa jauh kadar keimanan dan ketakwaan diri kita kepada Allah SWT. Untuk meningkatkan semangat pengabdian guna mendukung dan meningkatkan kualitas diri sebagai mahluk sosial, “ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala madrasah, Arbainsyah, dalam sambutannya mengajak seluruh warga Madrsah agar bisa nantinya menerima dan mencerna isi dari ceramah yang akan disampaikan oleh penceramah, sehingga nantinya dapat mengimplementasikan dalam kehidupan dilingkungan sekolah maupung di lingkungan masyarakat,”ujarnya.

 

Guru Hamdi, dalam caeramahnya menjelaskan bahwa kita harus meyakini peristiwa Isro dan Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW terjadi secara fisik, yaitu dengan ruh dan jasadnya sekaligus dalam keadaan terjaga, bukan hanya mimpi atau ruh saja. Dalam peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat lima waktu, setelah melalui negosiasi keringanan dari 50 waktu menjadi 5 waktu atas saran Nibi Musa. Perintah ini diterima di Sidratul Muntaha sebagai mukjizat dan hadiah istimewa bagi umatnya. “ Dengan mengerjakan sholat yang khusu, akan menjauhkan diri kita  dari kemungkaran dan akan berdampak lebih baik pada perilaku didalam kehidupan kita sehari-hari ” ungkapnya.

 

Sebelum ceramah, kegiatan diawali dengan lantunan lagu-lagu marawis dari peserta didik MTsN 1 Kapuas, pembacaan Ayat Suci Al- Quran dan pembacaan sari tilawah.(Econ Hasan)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas